Judith
Sejak SMP, Cresentia Judith suka merancang pakaian. Pelan-pelan, teman-temannya mulai memperhatikan gaya pakaiannya lalu satu-persatu minta dibuatkan design juga hingga menjadi pakaian jadi dan membelinya. Judith terinspirasi koleksi kebaya sang oma yang sehari-hari mengenakan kebaya dan kain sebagai kostum wajib. Karena itulah etnik menjadi pilihan Judith. Little Judith semakin sering melihat motif batik yang lama-kelamaan menginspirasi Judith dalam membuat logo fashion labelnya, De Dittie.Hal ini juga terlihat dari pilihannya terhadap tas. Judith suka yang unik tapi berkelas. Tidak usah terlalu besar logonya asal manis dan menjadi statement. Warnanya pun lebih suka yang basic seperti hitam, marun, coklat, abu-abu. Untuk sesekali warna merah dan biru menjadi pilihan. “You must wear fashion, not fashion wears you”, jelasnya.Kegiatannya saat ini adalah bertemu klien, menggambar sketsa, pola, pilih bahan, fitting dan mengurus ‘jualan’-nya yang terpajang di Alun Alun , Grand Indonesia.
Part I |
||||








